Monday, 4 March 2013

Tentang BLOG

Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.


SEJARAH

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya PyraLab diakui oleh google.com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, di antaranya :
1. Menjadi sebuah catatan harian
2. Dapat menjadi media publikasi dalam sebuah kampanye politik
3. Berfungsi mempublikasi program-program media dan perusahaan-perusahaan.
4. Blog dapat menghasilkan uang.



Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Dimana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

ISTILAH-ISTILAH UMUM DALAM BLOG
  • Blogging: Tindakan menulis posting untuk blog
  • Blogger: Seseorang yang menulis konten untuk blog
  • Komentar: Feedback atau timbal balik dari pengunjung
  • Posting: Entri atau isi tulisan
  • Visitor: Pengunjung blog
  • dan masih banyak istilah lainnya. 
JENIS-JENIS BLOG

  • Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye)
  • Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman.
  • Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu.
  • Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
  • Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
  • Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
  • Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
  • Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
  • Blog media: Berfokus pada bahasan berbagai macam informasi
  • Blog agama: Membahas tentang agama
  • Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
  • Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
  • Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
  • Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
  • Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
  • Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
  • Blog Virus (Virus): Digunakan untuk merusak
Pemposting blog harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel.

RESIKO KEJAHATAN 

Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.

sekian artikel tentang blog ini dari saya. semoga bermanfaat :)

Modal auxiliary (Kata Kerja Bantu dalam Bahasa Inggris)


Modal auxiliary, merupakan kata bantu yang berhubungan dengan perasaan dan pengandaian. Dapat digunakan untuk semua subyek, baik tunggal maupun jamak. Tanpa mengalami perubahan bentuk.


Macam-macam modal auxiliary :
A)  Will
be going to akan
B)  Can
be able to bisa, sanggup
C)  May
have permission to boleh, meminta izin
D)  Might
possibility mungkin, kemungkinan
E)  Should
ought to sebaiknya, seharusnya
F)  Must
have to harus, musti, pasti.
( Bisa digunakan untuk kal present dan future. )
G)  Could
be able to bolehkah

Will
Will digunakan untuk menyatakan :
kegiatan yang akan terjadi
Contoh : I will go to Semarang tomorrow
kemauan
Contoh : I will help you
kebenaran abadi
Contoh : Stone will sink in the water
permintaan secara halus
Contoh : Will you come in please ?
janji atau tekad yang akan dilakukan
Contoh : I will ask her if I see her
Bentuk umum penggunaan will
Subject + will + verb + object + complement
Will + subject + verb + object + complement ?
Contoh:
He will be here at 6:00 (future only)
Will you please pass the salt ?

Can
Can dapat digunakan untuk menyatakan :
kesanggupan atau kemahiran seseorang
Contoh : he can lift the big box
menyatakan izin
Contoh : you can go home now
menyatakan kemungkinan
Bentuk umum dari can adalah :
1. Subject + can + be + complementary (adj, noun, adv)
Contoh :
We can be clever.
You can be sick.
They can be present.
2. Subject + can + verb + object
Contoh :
We can speak english.
You can see me tomorrow.
They can finish the work on time.

May
May digunakan untuk menyatakan :
permintaan dan izin
suatu kemungkinan
penolakan izin untu melakukan sesuatu jika digunakan dalam kaimat negatif
Contoh : the students may not smoke in te class
mendoakan kondisi sesorang atau sesuatu
1. May + subject + verb + object + complement
Contoh:
May i see the picture now ?.
May we visit you tommorow ?.
May the join the meeting ?.
2. Subject + May + verb + object (memberi ijin)
Contoh:
You may leave the room.
They may join the meeting.

Might
Might digunakan untuk :
kalimat tidak langsung
kemungkinan yang lebih lemah dari may
Contoh : she might come last night
izin yang lebih halus dari may
Contoh : might I know your name ?
Bentuk umum penggunaan might :
Subject + Might + verb + complement
Contoh:
Linda goes to that bulding every morning. She might be a worker there.
Boby wants to buy a book. He might go to a bookstore. Burhan is not at home. He might go to his office.

Should
Should digunakan untuk menyatakan :
perintah yang tidak terlaksana
Contoh : you should have recieved my letter
anjuran atau nasehat
Contoh : we should take a rest
kemungkinan yang tidak terjadi
Contoh : we should obey our parents
Bentuk umum dari penggunaan should :
Subject + Should + verb + complement
Contoh:
She should do well on the test.
The lady should take medicine and rest.

Must
Must digunakan untuk menyatakan :
suatu keharusan
Contoh : I must do my homework
kemungkinan yang kuat
sutu larangan, digunakan apabila digunakan dalam kalimat negatif
Contoh : she musn't do that
Subject + Must + verb + object + complement
Example:
Rio is from Indonesian. She must speak indonesian well.
Jenny can play piano well. She must practice a lot.
Mr. Will has many companies. He must be rich.

Might
Might digunakan untuk :
kalimat tidak langsung
kemungkinan yang lebih lemah dari may
Contoh : she might come last night
izin yang lebih halus dari may
Contoh : might I know your name ?
Bentuk umum penggunaan might :
Subject + Might + verb + complement
Contoh:
Linda goes to that bulding every morning. She might be a worker there.
Boby wants to buy a book. He might go to a bookstore.
Burhan is not at home. He might go to his office.

Could

Could digunakan untuk menyatakan :
kemampuan dimasa lampau
Contoh : he could play volleyball when he was young
permintaan izin yang lebih formal
Contoh : could you helpme for a momment ?
kemungkinan yang ada namun belum diputuskan
Contoh : you could meet him in his home or his office
Bentuk umum dari could :
Subject + Could + verb
Kata kerja could dapat diganti dengan mengunakan kata to be + able to untuk menyatakan usaha keras untuk memperoleh sesuatu.
Contoh : I am able to pay him

Majas (Artikel Bahasa Indonesia)


akhir-akhir ini, saya sering menemukan didalam soal try out Ujian Nasional  mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai Majas. Saya dan teman-teman sempat kebingungan untuk menghafal pengertian dari macam-macam majas karena ada beberapa jenis majas yang hampir mirip satu sama lain namun sebenarnya tidak. untuk itu, kali ini saya akan memberti tahu pengertian dan Jenis-jenis majas dan berikut uraiannya: 

Pengertian Majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.





Jenis-jenis Majas

perbandingan

Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.

Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknyabagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.

contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.

  1. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  2. Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  3. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
  4. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  5. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)

  1. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib
  2. Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

  1. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

  1. Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

  1. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  2. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

  1. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand.

  1. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?

  1. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  2. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.

  1. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  2. Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  3. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
contoh:Kita bermain ke rumah Ina.

  1. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  2. Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Majas sindiran

  1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.

  1. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
  2. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?

  1. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  2. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
Majas penegasan

  1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh: Saya naik tangga ke atas.

  1. Repetisi: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
  2. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  3. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
  4. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
  5. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
  6. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
  7. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
  8. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
  9. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
  10. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
  11. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
  12. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
  13. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  14. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  15. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  16. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  17. Eksklamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  18. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  19. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  20. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  21. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  22. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  23. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
Majas pertentangan

  1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
  2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa.
  3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
  4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
  5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.